PSIKOPATOLOGI PDF

Tekanan mental manusia yang besar, saat ini melahirkan berbagai terapis, dan konsultan psikologi di kota - kota besar. Bagi kalangan konservatif, hal ini adalah sesuatu yang tabu. Penyakit psikologis disebut juga Psikopatologi. Kegilaan mental tersebut, tanpa disadari merugikan berbagai pihak, baik diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan patologi sendiri memiliki pengertian ilmu yang mempelajari mengenai penyakit, dan merupakan salah satu cabang dari biologi.

Author:Kazizragore Tarr
Country:Zambia
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):1 May 2004
Pages:91
PDF File Size:9.5 Mb
ePub File Size:5.27 Mb
ISBN:853-5-33734-209-5
Downloads:61288
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkigor



Berbagi Merupakan Solidaritas. Karenanya, tidak mengherankan apabila akhir-akhir ini ditemukan berbagai perilaku yang aneh-aneh dan nyleneh yang dianggap sebagai gejala patologis bagi kehidupan modern. Sering kita mendengar istilah gangguan kepribadian, orang berkepribadian ganda. Terkadang kita sering mendengar orang memberikan label kepada orang lain bahwa tidak punya kepribadian. Lalu, apa sebenarnya gangguan kepribadian? Berdasarkan perspektif psikologi Islam, gangguan kepribadian adalah serangkaian perilaku manusia yang menyimpang dari fitrah asli yang murni, bersih dan suci, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sejak zaman azali.

Gangguan tersebut dapat menyebabkan rusaknya jiwa sehingga jiwa menjadi kosong, hati akan mati, walaupun secara fisik terlihat gagah dan sehat. Individu yang mengalaminya akan mengalami kekosongan kalbu, gelisah, gersang, dan tidak dapat menikmati kehidupannya. Dalam konsep Islam istilah gangguan kepribadian ini sering diidentikkan dengan akhlak tercela, yaitu perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama. Dalam persepektif psikologi Islam sendiri gangguan kepribadian diartikan sebagai perilaku yang berdosa dan merupakan penyakit hati yang dapat mengganggu realisasi dan aktualisasi diri seseorang.

Dari pengertian tersebut, maka dapat kita ketahui bahwa perilaku dikategorikan sebagai gangguan kepribadian Islam jika berbau dosa, jika tidak maka belum bisa dikatakan sebagai gangguan kepribadian dalam Islam.

Gangguan kepribadian yang mengarah kepada perilaku buruk sering dikenal dengan istilah psikopatologi. Dalam konsep psikologi Islam sendiri, psikopatologi diakibatkan oleh kefitrian qalbu manusia hilang, karena qalbu menjadi pusat kepribadian manusia.

Selain itu, psikopatologi bersumber dari dosa guilty feeling dan perilaku maksiat. Dalam Islam psikopatologi ini dikenal dengan istilah penyakit hati.

Dalam makalah ini penulis akan membahas pengertian psikopatologi, sejarahnya dan macam-macam psikopatologi dalam perspektif psikopatologi kontemporer dan psikopatologi Islam serta implikasinya bagi pendidikan.

Diharapkan dari pembahasan ini kita mendapatkan gambaran yang utuh tentang psikopatologi dalam berbagai sudut pandang serta mampu mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan. Menurut Shafii psikopatologi istilah yang mengacu pada baik studi tentang penyakit mental atau tekanan mental atau manifestasi perilaku dan pengalaman yang mungkin menunjukkan penyakit mental atau gangguan psikologis.

Chaplin juga menyatakan psikopatologi psychopathology adalah cabang psikologi yang berkepentingan untuk menyelidiki penyakit atau gangguan mental dan gejala-gejala abnormal lainnya.

Psikopatologi atau sakit mental adalah sakit yang tampak dalam bentuk perilaku dan fungsi kejiwaan yang tidak stabil. Istilah psikopatologi mengacu pada sebuah sindroma yang luas, yang meliputi ketidaknormalan kondisi indra, kognisi, dan emosi. Sedangkan Alexander Theron mendefinisikan psikopatologi dengan penyakit jiwa atau gangguan jiwa mental disorder, dimana gangguan jiwa terdiri dari ketidakmampuan berfungsinya seseorang sebegitu jauh sehingga ia tak dapat mencapai pemuasan yang cukup memadai terhadap kebutuhan-kebutuhan jasmaniyah dan perasaannya bagi dirinya sendiri dan sebegitu jauh ia tak mampu memenuhi persyaratan-persyaratan tingkah laku yang dituntut oleh masyarakat dimana ia hidup.

Jadi pengertian ini menunjukkan bahwa manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakatnya tidak mampu berfungsi baik dalam pemenuhan kebutuhan rohaniyah untuk kehidupan pribadinya sendiri dan juga untuk kebutuhan lingkungannya.

Ketidakmampuan inilah yang menjadi sumber pokok dari apa yang disebut gangguan jiwanya. Terdapat perbedaan penanganan gangguan abnormalitas jiwa, karena perbedaan paradigma berpikir manusia dari zaman ke zaman. Mari kita membahas sejarah psikopatologi berikut ini. Demonology Awal Demonology merupakan suatu doktrin yang menyebutkan bahwa perilaku abnormal seseorang disebabkan oleh pengaruh roh jahat atau kekuatan setan.

Masyarakat saat itu meyakini bahwa kekuatan roh atau setan dapat merasuk ke dalam tubuh seseorang dan mengontrol pikiran serta tubuh orang tersebut. Demonology ditemukan dalam budaya Cina, Mesir dan Yunani.

Para pemuka agama pada masa itu melakukan suatu upacara untuk mengeluarkan pengaruh roh jahat dari tubuh seseorang. Mereka menggunakan nyanyian mantra atau siksaan terhadap objek tertentu, bisa binatang atau manusia. Metode tersebut dinamakanexorcism 2. Penjelasan fisiologis awal terhadap gangguan mental pada masa Roma dan Yunani Kuno.

Abad 5 SM, Hippocrates Bapak Kedokteran; penemu ilmu medis modern memisahkan ilmu medis dari agama, magic dan takhyul. Ia menolak keyakinan yang berkembang pada masa Yunani itu bahwa Tuhan dewa mengirimkan penyakit fisik dan gangguan mental sebagai bentuk hukuman.

Hippocrates menjelaskan tentang pentingnya otak dalam mempengaruhi pikiran, perilaku dan emosi manusia. Menurutnya, otak adalah pusat kesadaran, pusat intelektual dan emosi. Sehingga jika cara berpikir dan perilaku seseorang menyimpang atau terganggu berarti ada suatu masalah pada otaknya otaknya terganggu. Selain Hippocrates, ada juga dokter dari Roma yang mencoba memberikan penjelasan naturalistik tentang gangguan psikotik.

Mereka adalah Asclepiades dan Galen. Disamping itu, keduanya mendukung perlakuan yang lebih manusiawi dan perawatan di rumah sakit bagi para penderita gangguan mental.

Jaman Kegelapan The Dark Ages dan kembalinya demonology Kematian Galen — M , sebagai dokter terakhir pada masa klasik Yunani menandai dimulainya Jaman Kegelapan bagi dunia medis dan bagi perawatan serta studi tentang perilaku abnormal. Setelah runtuhnya Roma dan Yunani, peradaban manusia mengalami kemunduran.

Pada Jaman Pertengahan dan Renaissance — M , kalangan gereja dan Kristen meluaskan pengaruhnya melalui dunia pendidikan dan misionaris agama menggantikan budaya klasik kala itu. Termasuk dalam hal menangani penderita gangguan mental.

Saat itu gangguan mental kembali dihubungkan dengan pengaruh spiritual dan supranatural. Para pastur menangani penderita gangguan mental dengan berdoa atau menyentuhnya dengan menggunakan benda-benda yang dianggap keramat atau juga memberinya ramuan yang harus diminum pada saat fase bulan mulai mengecil. Sedangkan keluarga penderita percaya dan membawanya ke pastur karena takut dan mempunyai takhyul bahwa penderita terkena pengaruh setan. Penderita gangguan mental dianggap sebagai tukang sihir.

Mereka dianggap bersekutu dengan setan dan menentang Tuhan. Sampai akhir Jaman Pertengahan, semua penderita gangguan mental dianggap sebagai tukang sihir. Dalam pengakuannya beberapa dari mereka mengaku mempunyai hubungan dengan setan, melakukan hubungan seksual dan sering berkumpul dengan kelompok roh atau setan. Hal itu dalam pandangan abnormal diinterpretasi mungkin para tukang sihir tersebut mengalami halusinasi atau delusi dan beberapa dari mereka didiagnosis mempunyai gangguan psikosis.

Pembangunan Asylums selama Renaissance Jaman Pencerahan Pada abad 15 dan 16, di Eropa mulai dilakukan pemisahan dengan serius antara penderita gangguan mental dari kehidupan sosialnya.

Disana dibangun suatu tempat penampungan yang disebut Asylums. Di asylums itu ditampung dan dirawat penderita gangguan mental dan para gelandangan. Mereka dibiarkan untuk tetap bekerja dan tidak diberi suatu aturan hidup yang jelas. Gerakan Reformasi : the insane as sick Konsep baru tentang gangguan dan penyakit mental muncul dalam Revolusi Amerika dan Perancis sebagai bagian dari proses pencerahan renaisans bidang rasionalisme, humanisme dan demokrasi politik.

Orang gila insane kemudian dianggap sebagai orang sakit. Tokoh di Eropa kemudian ikut menyuarakan hal itu. Misalnya Chiarugi di Italia dan Muller di Jerman menyuarakan tentang treatment rumah sakit yang lebih humanis.

Tetapi perwujudan konsep baru dalam bidang ini dipelopori oleh Phillipe Pinel — Pinel kemudian memulai pekerjaannya dari asylums di Paris yang bernama La Bicetre. Pinel merupakan figur yang mempelopori gerakan treatment yang lebih humanis manusiawi terhadap penderita gangguan mental. Ia membebaskan pasien di La Bicetre dari ikatan rantai dan pasung kemudian memperlakukannya sebagai seorang yang sakit dan tidak diperlakukan seperti seekor hewan sebagaimana dilakukan di La Bicetre.

MACAM-MACAM PSIKOPATOLOGI Menurut Atkinson terdapat enam criteria untuk menentukan kesehatan mental seseorang, yaitu : pertama, adanya persepsi yang realistic dan efisen dalam mereaksi atau mengevaluasi apa yang terjadi di dunia sekitarnya; kedua, mengenali diri sendiri, baik berkaitan dengan kesadaran atau motifnya; ketiga, kemampuan untuk mengendalikan perilaku secara sadar, seperti menahan perilaku impulsive dan agresif; keempat, memiliki harga diri dan dirinya dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya; kelima, kemampuan untuk membentuk ikatan kasih, seperti tidak menuntut berkelebihan pada orang lain dan dapat memuaskan orang lain bukan hanya memuaskan diri sendiri; keenam, ada jiwa yang antusias yang mendorong seseorang untuk mencapai produktivitas.

Asumsi di atas dikenal dengan asumsi yang optimistic dan mengakui kekuatan jiwa manusia, namun sifatnya antroposentris yang hanya memfokuskan pada kekuatan manusia, tanpa mengkaitkan teorinya pada kehendak mutlak Tuhan. Dalam Islam meskipun menggunakan kerangka asumsi yang ketiga dalam membangun teori psikopatologi, namun Islam tidak melepaskan diri dari paradigma teosentris. Hakikat jiwa manusia bukan hanya sehat dan sadar, melainkan juga terbebas dari dosa asal, dosa waris, dan bertanggung jawab atas penebusannya.

Sebagai Dzat yang baik dan suci, Tuhan tidak memberikan jiwa manusia kecuali jiwa yang memiliki kecenderungan sehat, baik dan suci. Kesehatan jiwa manusia tidak sekedar alami dan fitri, melainkan telah diatur sedemikian rupa oleh sang Kholiq.

Dari kerangka ini, kriteria neurosis dan psikosis dalam psikopatologi Islam bukan hanya disebabkan oleh gangguan saraf atau gangguan kejiwaan alamiah melainkan juga penyelewengan terhadap aturan-aturan Tuhan. Oleh karena itu, teori psikopatologi Islam di samping mendasarkan teorinya pada teori-teori psikologi barat, juga banyak memfokuskan diri pada perilaku spiritual dan religius.

Mujib membagi psikopatologi dalam dua katagori pokok,pertama, bersifat duniawi. Macam-macam psikopatologi dalam kategori ini berupa gejala-gejala atau penyakit kejiwaan yang telah dirumuskan dalam psikologi kontemporer; kedua, bersifat ukhrawi, berupa penyakit akibat penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai moral, spiritual dan agama. Maka berdasar pembagian katagori ini kita akan melihat psikopatologi dalam dua perspektif yakni aspek pengetahuan dan aspek agama.

Kompleks adalah nafsu atau emosi yang berlebih-lebihan untuk memperoleh atau menghindari objek. Perbuatan yang salah tanpa disadari, misalnya salah tulis, salah baca, salah ucap, salah letak, salah mengerjakan tugas. Mimpi juga mempunyai arti khusus bagi manusia yang memiliki kompleks terdesak.

Bentuk impiannya bisa perkawinan dengan gadis idamannya dengan upacara yang sangat indah atau pertemuan romantis di tempat yang indah. Makin lemah sistem syaraf seseorang, makin mudah memperoleh chance terhadap penyakit syaraf. Sedangkan sistem syaraf tersebut merupakan hal yang native pembawaan. Penyakit syaraf tersebut disebut Psychosis bilamana telah menjurus pada penyakit jiwa yang berat, sedangkan bila masih dalam taraf yang ringan disebut Psyconeurosis atau Neorosis.

Yang tergolong psychosis penyakit jiwa berat diantaranya: 1 Schizophrenia adalah penyakit jiwa yang diderita oleh orang yang terpecah kepribadiannya. Orang yang menderita penyakit ini seolah-olah mati jiwanya; tidak mampu menanggapi segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar; dirinya terpisah dari dunia nyata.

Hidup jiwanya kosong dari norma-norma sosial dan kebudayaan. Menurut Kretchmer gejala schizophrenia bisa juga terdapat pada orang normal meskipun gejalanya tampak samar dan akan tampak lebih jelas pada orang yang abnormal.

Bagi orang normal gejalaschizophrenia disamakan dengan temprament schizothyme. Adapun tanda-tanda orang bertemprament schizothyme tersebut ialah tidak suka bergaul; suka melamun dan dirinya penuh rahasia; selalu merasa tidak puas dengan keadaan dirinya; keras dan fanatik; selalu timbul perasaan konflik dengan keadaan sekitar dan sebagainya.

Arti kata schizothyme adalah jiwa yang terpecah. Bagi orang yang sehat disamakan dengan cyclothyme jiwa yang utuh. Cyclothyme menampakkan gejala antara lain, dapat bergaul dengan rapat, berwatak gembira, terbuka hati kepada orang lain, mudah menyesuaikan diri dan suka berterus terang, tidak suka menyimpan rahasia, banyak ilmu tapi tidak mendalam dan sebagainya.

Barangkali dapat disamakan dengan tipe orang yang extravert menurut C. Contoh orang yang demikian adalah Martin Luther, para organisator ulung, para realist dan sebagainya.

Adapun macam-macam neurosis penyakit jiwa ringan yang dapat diterangkan sebagai berikut: 1 Psychasthenia yaitu suatu gangguan jiwa dimana gejala-gejalanya antara lain energinya lenyap meskipun kadang-kadang kekuatan jasmaniyahnya besar. Bentuk penyakit ini muncul dalam berbagai macam, yakni: a Phobia; yaitu takut berbuat sesuatu tanpa alasan, misalnya:claustrophobia takut ke kamar kecil , achlophobia takut berada di keramaian , acrophobia takut di tempat tinggi.

Jenis penyakit ini menampakkan gejala-gejala antara lain tenaga berkurang dan menjelma dalam bentuk gangguan jiwa yang disebut insomania susah tidur , kehilangan inisiatif, menjadi pemalas, mudah tersinggung perasaannya, merasa lelah terus-menerus, tidak dapat mengkonsentrasikan daya pikirnya, kecerdasannya makin mengurang, dan sebagainya.

Menurut Freud, sumber penyakit jiwa tersebut adalah terletak pada dorongan nafsu atau motive libido nafsu birahi yang ditekan ke bawah sadar. Psikopatologi yang bersifat ukhrawi Yang dimaksud dengan psikopatologi yang bersifat ukhrawi dalam konteks ini adalah psikopatologi gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor spiritual dan agama.

EVERMOTION ARCHMODELS 136 PDF

Psikopatologi

Berbagi Merupakan Solidaritas. Karenanya, tidak mengherankan apabila akhir-akhir ini ditemukan berbagai perilaku yang aneh-aneh dan nyleneh yang dianggap sebagai gejala patologis bagi kehidupan modern. Sering kita mendengar istilah gangguan kepribadian, orang berkepribadian ganda. Terkadang kita sering mendengar orang memberikan label kepada orang lain bahwa tidak punya kepribadian. Lalu, apa sebenarnya gangguan kepribadian?

EEA3 FORM 2015 PDF

Psikopatologi ~ Sigmund Freud

.

LETTERS BY JRD TATA PDF

.

Related Articles