KINETIKA PERTUMBUHAN BAKTERI PDF

Lihat dokumen lengkap 83 Halaman Tahap pertama material organik akan didegradasi menjadi asam-asam rantai pendek dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan substrat pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asidifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. Setelah material organik berubah menjadi asam-asam, maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium. Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi.

Author:Necage Kira
Country:India
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):27 November 2011
Pages:288
PDF File Size:11.24 Mb
ePub File Size:5.95 Mb
ISBN:634-6-75013-158-9
Downloads:63391
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Moogucage



Pertumbuhan mikroba dapat diamati dari kenaikan konsentrasi mikroba. Melalui serangkaian proses enzimatis, mikroba melakukan biosintesis molekul-molekul penyusun sel dan menggandakan selnya. Kecepatan pertumbuhan mikroba merupakan respon terhadap substrat media pertumbuhan yang disediakan dan kondisi lingkungannya.

Pada dasarnya pertumbuhan yaitu penambahan massa, ukuran, dan jumlah sel. Pada mikroorganisme pertumbuhan sel dapat berubah langsung menjadi pertumbuhan populasi, jumlah sel bertambah sangat cepat dengan waktu yang cepat pula. Mikroorganisme dapat tumbuh dibawah pengaruh fisik, kimia, dan kondisi nutrient. Pada nutrient yang cocok mikroorganisme menguraikan nutrient dari media dan mengubahnya dalam komposisi-komposisi biologi.

Sebagian dari nutrient-nutrient digunakan untuk memproduksi energi dan sebagian lagi digunakan untuk biosintesis dan pembentukkan produk. Pertumbuan mikrobial biasanya dicirikan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan massa atau jumlah sel. Waktu ganda massa dapat berbeda dengan waktu ganda sel, karena massa sel dapat meningkat tanpa peningkatan jumlah sel.

Laju pertumbuhan ditunjukkan langsung oleh konsentrasi sel dan penambahan jumlah sel biomassa yang merupakan keluaran yang normal dari reaksi tersebut.

Namun demikian, bila pada suatu lingkungan tertentu interval antara massa sel atau penggandaan jumlah konstan dengan waktu, maka organisme itu tumbuh pada kecepatan eksponensial. Metode langsung : menggunakan mikroskop perhitungan jumlah sel, dan counting chamber, selain itu dengan penetapan bahan kering seluler. Metode tidak langsung : turbidimetri, spektrofotometri, dan pengenceran.

Metode-metode tersebut digunakan untuk memantau dan mengkaji fenomena pertumbuhan mikroorganisme. Aspergillus merupakan jenis mikroba yang bersifat aerob dan ditemukan hampir disemua lingkungan yang kaya akan oksigen, dimana biasanya mereka tumbuh membentuk suatu permukaan di suatu subtrat sebagai hasil dari pada tekanan oksigen yang tinggi.

Banyak jenis Aspergillus mempertunjukan olygotropi dimana ada suatu ketidaklengkapan baik gizi ataupun nutriennya. Beberapa jenis Aspergillus ada yang bersifat merusak yaitu menyebabkan peradangan ataupun infeksi baik pada manusia maupun pada hewan sekalipun.

Jenis dari pada aspergillus yang dapat menyebabkan penyakit serius adalah Aspergillus Fumigatus dan Aspergillus Flavus. Sedangkan Aspergillus Niger digunakan dalam pembuatan cuka dari jeruk. Gambar 2. Pada fasa ini sebagian besar mikroba menyesuaikan diri adaptasi dengan lingkungan barunya dan belum mengadakan perbanyakan sel, bahkan sebagian selnya mati, hanya sel yang kuat saja yang bertahan hidup.

Dan sintesis enzim sudah terjadi. Selama fase ini massa sel dapat berubah tanpa adanya suatu perubahan jumlah sel. Suatu saat bila perubahan-perubahan telah terjadi, maka sel-sel bergerak kearah fase tumbuh. Fase ini biasanya merupakan fase eksponensial atau fase logaritmik.

Ciri daripada fasa ini adalah Tidak ada pertumbuhan populasi karena sel mengalami perubahan komposisi kimiawi dan ukuran serta bertambahnya substansi intraseluler sehingga siap untuk membelah diri.

Faktor penentu fase lag: a. Medium dan lingkungan pertumbuhan; jika medium sama dengan medium sebelumnya, waktu adaptasi pendek atau tidak ada, jika sangat berbeda pelu waktu untuk sintesis enzim yang dibutuhkan untuk metabolisme pembentukan enzim induktif. Dalam kondisi kultur yang optimum, sel mikroba mengalami reaksi metabolisme yang maksimum. Selama fase logaritma, konsentrasi nutrient esensial ada dalam keadaan cukup jenuh untuk menunjang reaksi-reaksi metabolisme utama dari pertumbuhan.

Pada saat ini paling sensitif terhadap lingkungan Fase logaritmik dicirikan oleh suatu garis lurus pada plot semilog antara In x melawan waktu.

Periode ini adalah keadaan pertumbuhan yang seimbang atau mantap, dengan laju pertumbuhan spesifik. Kekhususan fase logaritmik a. Ditinjau dari sel bakteri secara individual, pada fase ini ukuran sel minimum dengan dinding sel yang tipis, karena sel membelah diri dengan sangat aktif, sintesa makrmolekul dari komponen sel berlomba dengan waktu. Pada fase ini pertumbuhan sel tidak stabil, api jumlah populasi masih naik karena jumla sel yang tumbuh masih lebih banyak daripada jumlah sel yang mati.

Jumlah sel baru sebagai hasil reproduksi, seimbang dengan jumlah sel yang mati. Ini menyebabkan grafiknya linier dan sejajar dengan absisnya. Reproduksi sel masih terjadi selama fasa ini menggunakan cadangan makanan yang ada dalam protoplast sebagai building blocks pembangun sel yang baru. Karena kekurangan nutrisi, sel kemungkinan mempunyai komposisi yang berbeda dengan sel yang tumbuh pada fasa logaritmik.

Pada fasa ini lebih tahan terhadap keadaan ekstrim, seperti panas, dingin, radiasi, dan bahan kimia. Muncul modifikasi struktur biokimiawi sel. Bila dilanjutkan, beberapa kejadian masih mungkin timbul meskipun pertumbuhan telah terhenti, metabolisme dan akumulasi produk masih terjadi di dalam sel atau di dalam cairan.

Massa sel total dapat tetap konstan, tetapi jumlah sel hidup cenderung menurun. Pada saat ketahanan hidup menurun, lisis sel mungkin terjadi dan massa sel akan menurun Lisis sel akan menyebabkan terjadinya suatu medium yang kompleks dari produk-produk hasil lisis, oleh karena itu suatu pertumbuhan yang sekunder, disebut pertumuhan kriptik akan erjadi.

Sering juga terjadi metabolik sekunder yang kurang penting terbentuk oleh enzim-enzim yang sebelumnya tidak terdapat atau tidak berfungsi dalam sel. Kematian ini desebabkan oleh kondisi lingkungan yang makin memburuk, terutama oleh makin banyaknya akumulasi hasil metabolisme yang toksik terhadap sel metabolit sekunder.

Sel menjadi mati akibat penumpukan racun dan habisnya nutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehingga mengalami penurunan jumlah sel secara eksponensial.

Lamanya fasa ini tergantung pada species dari mikrobanya dan kondisi lingkungannya sendiri. Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui.

Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba sangat penting di dalam mengendalikan mikroba. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Kondisi tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini.

Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higinis adalah untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya terkendali. Sebaliknya apabila suhu turun, maka kecepatan metabolism akan menurun dan pertumbuhan diperlambat.

Sehubungan dengan penggolongan suhu di atas, maka mikroba digolongkan menjadi: Tabel 1 : Penggolongan Bakteri menurut suhu Kelompok.

ADVANTEST R6441B PDF

KINETIKA PERTUMBUHAN BAKTERI PDF

Jumlah inokulum; jumlah sel awal yang semakin tinggi mempercepat fase adaptasi Germinasi spora; bila mikroba yang ditanam pada medium ada dalam bentuk spora dan bukan sel vegetatif maka bila ia ditanam dalam medium dengan kondisi lingkngan yang baik , ia akan berubah menjadi bentuk sel vegetatif dan ini memerlukan sedikit waktu Mutan yag baru terbentuk perlu waktu untuk adaptasi dengan lingkngan yang baru. Fasa Petumbuhan Dipercepat Decelerated Growth Phase Pada fasa ini mikroba telah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sel mulai membelah diri dengan kecepatan rendah, ukuran sel dapat mencapai maksimum serta mulai adanya aktivitas metabolisme. Dalam kondisi kultur yang optimum, sel mikroba mengalami reaksi metabolisme yang maksimum. Selama fase logaritma, konsentrasi nutrient esensial ada dalam keadaan cukup jenuh untuk menunjang reaksi-reaksi metabolisme utama dari pertumbuhan. Pada saat ini paling sensitif terhadap lingkungan. Fase logaritmik dicirikan oleh suatu garis lurus pada plot semilog antara In x melawan waktu. Periode ini adalah keadaan pertumbuhan yang seimbang atau mantap, dengan laju pertumbuhan spesifik.

ISALE SAWAB PDF

Laporan Kinetika Pertumbuhan Bakteri & Jamur

Pertumbuhan mikroba dapat diamati dari kenaikan konsentrasi mikroba. Melalui serangkaian proses enzimatis, mikroba melakukan biosintesis molekul-molekul penyusun sel dan menggandakan selnya. Kecepatan pertumbuhan mikroba merupakan respon terhadap substrat media pertumbuhan yang disediakan dan kondisi lingkungannya. Pada dasarnya pertumbuhan yaitu penambahan massa, ukuran, dan jumlah sel. Pada mikroorganisme pertumbuhan sel dapat berubah langsung menjadi pertumbuhan populasi, jumlah sel bertambah sangat cepat dengan waktu yang cepat pula. Mikroorganisme dapat tumbuh dibawah pengaruh fisik, kimia, dan kondisi nutrient. Pada nutrient yang cocok mikroorganisme menguraikan nutrient dari media dan mengubahnya dalam komposisikomposisi biologi.

5495 TELEVES PDF

Laporan Kinetika Pertumbuhan Bakteri Kel 7

Berdasarkan jumlah sel 1. Metode langsung secara mikroskopis Total count Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari suatu bahan preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai dan penggunaan ruang hitung counting chamber. Enumerasi mikroba dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan menghitung jumlahnya tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu dalam suatu medium, dalam teknik ini semua sel mikroba baik yang hidup maupun yang mati akan terhitung. Untuk melakukan renumerasi mikroba dalam suatu bahan seringkali diperlukan pengenceran bertingkat.

DM74LS151N DATASHEET PDF

Kotoran Sapi Kinetika Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Bioreaktor Anaerobik

Apa tujuan percobaan kali ini? Mahasisiwa mampu mengukur konsentrasi sel dengan metode turbidimetri Mahasiswa mampu mengukur konsentrasi substrat Mahasiswa mampu menghitung parameter kinetika pertumbuhan Escherichia coli 2. Apa yang Anda ketahui mengenai teknik pengukuran konsentrasi sel dengan metode turbidimetri? Massa sel dapat diukur secara optis dengan menentukan jumlah cahaya yang dipancarkan oleh suspensi sel. Teknik ini didasarkan pada kenyataan bahwa partikel memancarkan cahaya yang jumlahnya proporsional dengan konsentrasi.

Related Articles